Senin, 05 Desember 2011

Tips Dasar Membeli Laptop Bekas

Kadang kala kebutuhan dan isi dompet sering berjalan ke arah berlawanan, termasuk saat kita membeli komputer. Dilema yang biasa dihadapi konsumen adalah harga komputer incaran melambung tinggi, jauh dari dana yang disiapkan.

Tetapi tenang. Jika kebutuhan sudah mendesak, ada alternatif. Bursa jual beli online dan toko komputer biasanya menawarkan komputer bekas, termasuk laptop, dengan berbagai kondisi dan spesifikasi. Jika teliti, maka Anda akan mendapatkan laptop berkualitas dengan harga miring.

Berikut beberapa tips dasar membeli laptop bekas:

Tanya Garansi


Banyak alasan orang menjual laptop yang baru dibelinya, mulai dari alasan keuangan, bosan, atau tidak sesuai kebutuhan. Tanyakan kejelasan garansi. Apakah garansi toko atau garansi distributor resmi? Periksa juga kartu garansi. Sebagian merek menyediakan fasilitas pengecekan garansi di website resmi, seperti merek Lenovo dan Apple.

Jika memang masa garansi menjadi faktor yang amat penting, Anda dapat mencari beberapa tipe laptop bisnis yang biasanya memiliki masa garansi 3 tahun. Saya sarankan sebaiknya Anda membeli laptop bekas dengan sisa masa garansi sekurangnya 3 bulan.




Periksa Layar


Salah satu komponen yang paling mahal di laptop adalah layar LCD. Periksalah dengan saksama untuk mengetahui apakah ada cacat di layar laptop yang dibeli. Cara cepatnya, ganti wallpaper ke warna hitam polos dan cari titik yang berwarna selain hitam.

Lalu ubah wallpaper ke putih polos dan cari titik hitam atau titik berwarna selain putih. Perhatikan juga apakah ada garis di layar yang tidak hilang. Jika ada cacat pada layar, sebaiknya pilih unit yang lain mengingat penggantian layar lumayan mahal.


Cek Fisik dan Fungsi



Periksa kondisi fisik untuk mendapat gambaran seperti apa perlakuan pemilik laptop terdahulu. Jika Anda membeli di toko, kemungkinan besar pihak toko telah membersihkannya, tapi untuk beberapa cacat akibat terbentur atau jatuh biasanya sulit ditutupi.

Tanyakan secara langsung jika Anda curiga laptop tersebut pernah jatuh atau terbentur. Urungkan niat membeli jika memang Anda kurang yakin. Untuk fungsi, Anda dapat mencoba menggunakan keyboard, speaker, webcam, USB, slot memory card dan drive optik untuk memastikan semua fungsi berjalan dengan normal.


Cermati Baterai


Mungkin satu hal yang paling sulit adalah mengetahui kondisi baterai. Pada beberapa laptop seperti Apple MacBook dan Lenovo ThinkPad, terdapat software untuk mengetahui berapa daur baterai atau berapa kali baterai laptop tersebut telah mengalami pengisian. Rata-rata baterai laptop dirancang bertahan sampai 1000 kali pengisian.

Jika tidak ada software tersebut, cobalah menyalakan laptop tanpa terhubung ke charger dan jalankan beberapa aplikasi. Perhatikan indikator baterai. Jika berkurang drastis, kemungkinan baterai kurang prima dan Anda harus membeli baterai baru yang harganya cukup tinggi.


Ekspektasi Harga


Berapa harga yang wajar? Jika model laptop bekas yang ingin dibeli masih dijual di pasaran, maka selisih harganya berkisar antara 20-30 persen, tergantung kondisi, merek, kelengkapan, dan masa garansi.

Untuk produk yang sudah tidak dijual lagi, agak sulit menentukan harga yang pas. Sebabnya, biasanya model laptop yang sudah discontinued (tidak diproduksi lagi), tidak diturunkan harganya. Padahal harga model laptop penggantinya (dengan spesifikasi lebih tinggi) biasanya dijual dengan kisaran harga yang sama. Sebaiknya Anda mengurangi minimal 35% dari harga terakhir.


Cara Transaksi

Jika Anda membeli laptop yang diiklankan di forum di Internet, sebaiknya pilih transaksi tunai saat bertemu langsung (bahasa kerennya COD, cash on delivery).

Bagi yang tinggal di luar kota, sebaiknya gunakan perantara terpercaya untuk melakukan transaksi. Hindari penjual yang mendesak untuk mengirim uang terlebih dahulu, kecuali memang Anda telah mengenalnya.

Membeli laptop bekas memang membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra. Jangan terburu nafsu jika melihat barang yang sepertinya dibandrol terlalu murah. Periksa dulu dengan benar-benar. Kata kuncinya: sabar dan teliti.    

2 comments:

Setuju bgt, memang lebih baik COD (Cash On Delivery)! -Rudyanto Lay

Posting Komentar