Rabu, 23 November 2011

Lebih Bagus Mana, Toilet Jongkok atau Toilet Duduk ?

Pada awal sebelum ditemukan closet atau biasa kita sebut WC, orang orang kebanyakan buang air di sungai atau kali dekat tempat tinggal mereka.Tujuan diciptakannya WC ini tentunya untuk memudahkan kita buang air, kita tidak perlu mencari sungai lagi untuk BAB (buang air besar). Dan tentunya WC ini juga membuat kita lebih nyaman untuk buang air dan lebih bisa mendapatkan privacy ketika buang air.

Saat ini kebanyakan rumah dikota kota bahkan di desa pun sudah menggunakan WC duduk..banyak orang yg berfikir akan lebih nyaman menggunakan WC duduk dan terkesan lebih 'mewah' dibandingkan dengan WC jongkok..akan tetapi tak sedikit pula orang yg lebih nyaman menggunakan WC jongkok karena sudah kebiasaan buang air sambil berjongkok ria.

berikut adalah kelebihan dan kekurangan antara WC jongkok dan WC duduk menurut pendapat para ahli kesehatan..cekidot gan


WC jongkok memiliki kelebihan antara lain lebih aman dari serangan kuman kuman yg hidup di area closet karena pan**t kita tidak bersentuhan langsung dengan closet ketika kita BAB.Hal ini terutama wajib dihindari oleh wanita karena dapat menyebabkan keputihan. Ketika seseorang dalam posisi jongkok, katup antara usus kecil dan usus besar menutup sehingga mencegah usus halus terkontaminasi bakteri dari usus besar.

Selain itu WC jongkok juga dapat mengurangi resiko ambeien karena ketika kita buang air sambil berjongkok ria otot perut kita berkontraksi maksimal sehingga kita tidak perlu berlama lama mengejen saat BAB dan proses BAB cepat selesai. Pasalnya otot-otot sekitar usus besar lebih nyaman bekerja karena otot paha saat jongkok ikut membantu peregangan dan hal ini dapat mencegah terjadinya hernia.

Untuk ibu hamil  sejumlah pakar kehamilan mengatakan buang air besar di toilet jongkok bukan hanya aman, tapi justru dianjurkan bagi ibu hamil. Menurut hasil penelitian, sering jongkok semasa hamil dapat mengurangi berbagai hambatan dan rasa sakit saat bersalin.

Jongkok diyakini sebagai posisi paling natural atau alamiah saat melahirkan, karena jalan lahir hanya akan terbuka dengan sempurna pada posisi tersebut. Latihan jongkok semasa hamil bisa meningkatkan elastisitas jalan lahir sehingga mampu membuka 20-30 persen lebih lebar.

Posisi jongkok juga bisa memperkuat otot paha dan perut agar siap digunakan untuk mendorong bayi saat lahir. Makin kuat dorongan dari dalam, bantuan dari bidan atau dokter kandungan misalnya dengan menggunakan forceps atau pencepit makin tidak diperlukan.

Meskipun demikian, penggunaan toilet jongkok juga punya risiko bagi ibu hamil. Oleh karena itu ibu hamil yang menggunakan toilet jongkok harus memperhatikan hal-hal berikut ini, seperti dikutip dari Babycenter, Minggu (27/3/2011).

1. Pastikan lantai dan pijakan kaki dalam kondisi kering atau minimal tidak licin agar tidak terpeleset. Jika perlu, gunakan alas kaki bari bahan karet yang antiselip.
2. Jika memungkinkan, pasang pegangan di dekat toilet jongkok untuk memudahkan saat hendak berdiri. Pegangan tersebut juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan, karena perut yang membesar membuat titik berat pada ibu hamil berbeda dari orang-orang pada umumnya.
3. Hindari gerakan-gerakan yang berbahaya seperti mengambil gayung atau tissue toilet yang berada di luar jangkauan normal. Terlalu memaksakan diri tidak hanya berisiko jatuh, tapi juga memicu tekanan pada perut yang bisa membahayakan kehamilan.
4. Jika merasa tidak nyaman saat jongkok, misalnya pusing atau kesemutan maka jangan dipaksakan. Konsultasikan dengan dokter, sebab gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan pada saraf dan peredaran darah.
5. Jangan terlalu sering jongkok, atau hindari sama sekali jika memang ada komplikasi tertentu yang menyertai kehamilan.

Lain halnya dengan WC jongkok, kebanyakan orang lebih nyaman dengan WC duduk..disamping lebih santai, ketika BAB kita dapat sambil membaca koran atau buku tanpa harus kelelahan ketika BAB.

Akan tetapi hati hati ketika Anda terlalu lama duduk di closet. jika terlalu lama maka akan menyebabkan paha lebih menekan ketempat duduk sehingga aliran darah dari bawah keatas terhambat.inilah awal yg menyebabkan terjadinya ambeien..

Selain itu dengan menggunakan WC duduk resiko perpindahan kuman, bakteri, flagelata dan sejenisnya lebih mudah karena kemaluan kita bersentuhan langsung dengan closet. Hal ini menyebabkan kita dapat terserang penyakit seperti keputihan (pada wanita) dan anyang-anyangan..bahkan resiko terberatnya kita dapat terkena infeksi rongga rahim atau infeksi saluran telur.

Saat posisi duduk dan mengejan, ada beberapa syaraf rentan terkena tekanan misalnya syaraf kandung kemih,prostat dan rahim. Juga membuat otot saluran kencing bekerja lebih keras saat megejang atau mengeluarkan urine. Dalam tahap ringan, infeksi saluran kemih biasanya ditandai dengan anyang-anyangan atau keluarnya air seni yang tak tuntas, sakit perut bagian bawah serta rasa sakit saat akhir buang air kecil.

0 comments:

Poskan Komentar